Penjelasan Lengkap Tentang Struktur Atom
Atom merupakan partikel terkecil yang ada di dunia. Untuk
penjelasan tentang Struktur Atom merupakan materi dasar yang terdiri dari
beberapa komponen yaitu inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom
umumnya terdiri dari dua muatan yaitu proton yang berumatan postif dan juga
muatan netral dari neutron.
Dari sekumpulan atom, maka akan
membentuk molekul. Sekumpulan molekul ini dinilai apakah bermuatan negatif,
postif atau netral. Cara mengetahuinya berasal dari atom penyusunnya. Jika pada
suatu molekul disusun dari atom yang memiliki jumlah proton lebih besar
dari elektron maka muatannya bersifat positif. Jika yang lebih besar adalah
muatan elektronnya, maka muatannya negatif. Namun jika jumlah antara proton dan
elektron seimbang, maka atom tersebut merupakan atom yang netral. Jumlah
seperti ini sangat berguna dan fungsinya untuk menentukan unsur kimia.
Rangkuman Struktur Atom
Pada awal mulanya, atom hanya sekadar diketahui sebegai
partikel yang sudah tidak bisa dibagi atau dipercahkan. Konsep atom seperti ini
muncul di abad 17 dan 18. Konsep dan pemahaman tentang atom ini terus dikembangkan
dan diuji. Pada akhirnya, ilmuan modern pada abad 19 dan 20 yang bisa
membuktikan dan sekaligus membenarkan tentang atom. Bahkan bukan hanya sekadar
membenarkan bahwa atom sudah tidak bisa dibagi, namun juga ditemukan tentang
Struktur Atom. Namun agar lebih jelas dan memahami tentang atom dan
strukturnya, ketahuilah perkembangan sejarah tentang macam-macam model atom
berikut ini:
A. Teori Atom Dalton
Sumber: wikimedia.org
Teori atom Dalton adalah teori mengenai atom yang
dikemukakan oleh ilmuwan berkebangsaan Inggris, John Dalton. Pada tahun 1808.
Teori atom Dalton adalah teori paling tua mengenai penjelasan tentang atom.
Dalton menjelaskan bahwa atom merupakan suatu zat yang tidak bisa dibagi – bagi
lagi.
Toeri atom dalton merupakan teori atom
pertama yang dikemukakan oleh John Dalton (1808), seorang fisikawan asal
Inggris. Dalam mengemukakan teorinya terkait struktur atom yang berdasarkan
penelitian yang dikemukakannya dalam A New System of Chemical Philosiphy. Dimana
jogn Dalton menjelaskan bahwasanya atom merupakan suatu zat yang tidak dapat
dibagi lagi dan merupakan struktur terkecil dari suatu materi.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang
dilakukannya John Dalton Mengemukakan Penelitiannya terkait struktur atom sebagai
berikut :
- Materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi.
- Semua atom dari unsur kimia tertentu memiliki massa dan sifat yang sama.
- Unsur kimia yang berbeda akan memiliki jenis atom yang berbeda.
- Selama reaksi kimia, atom- atom hanya dapat bergabung dan dipecah menjadi atom- atom yang terpisah, tetapi atom tidak dapat dihancurkan dan tidak dapat diubah selama reaksi kimia tersebut.
- Suatu senyawa terbentuk dari unsur- unsurnya melalui penggabungan atom tidak sejenis dengan perbandingan yang sederhana.
Model
Atom Dalton
Model Atom Dalton Sumber: wikipedia.com
Dari hasil penelitian yang dikemukakan oleh
John Dalton, Dalton menggambarkan bahwasanya atom merupakan suatu bulatan materi
terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Bentuk atom yang digambarkan berdasarkan
teori atom Dalton ini berbentuk bola kecil yang menjadi inti atom. Kemudian,
setiap atom yang bergabung akan membentuk senyawa dan menjadi materi.
Berdasarkan hasil penelitiannya dan
perkembangan masa. Teori yang dikemukakan oleh John dalton memiliki kekurangan
dari teori atom yang lainnya. Dengan berbagai kelemahan sebagai berikut :
- Dalton menerangkan bahwa atom tidak bisa dibagi lagi. Namun, setelah perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi. Diketahui bahwasanya dalam inti atom yang dijelaskan oleh Daltom masih dapat terbagi lagi yang terbentuk dari partikel dasar yang lebih kecil daripada atom, yaitu elektron, proton, dan neutron.
- Dalton menyatakan bahwa atom tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan. Namun, ketika atom di uji coba dengan rekasi nuklir akan menghasilkan satu atom menjadi suatu unsur atom yang lain.
- Pendapat Dalton terkait bahwasanya setiap atom memiliki kesamaan dalam massa, ukuran dan bentuk. Namun, setelah adanya teori terkait Isotop, Isobar, dan Isoton. Dimana, setiap struktur atom mempunyai kesamaan dalam satu sisi namun, berbeda dalam sisi lainnya.
- Pernyataan Dalton terkait perbandingan suatu senyawa mempunyai bilangan bulat dan sederhana. Tetapi, seiring perkembangan dari diketahui bahwa terdapat perbandingan bilangan yang tidak bilat seperti senyawa C18H35O2Na.
Walau masih memiliki kelemahan dari berbagai
sisi. John Dalton menjadi pelopor pertama dalam ilmuan yang menjelaskan terkait
struktur atom dam model atom. Yang dengan dasar inilah para ilmuan lain mulai
meneliti dan memulai percobaan dan penelitian terkait struktur atom dan model
atom.
B. Teori Atom Thomson
Sumber: Laboratoria.com
Setelah teori atom Dalton muncul dan mulai
berkembang pada tahun 1903. Hal tersebut memicu para ilmuan lain pun mulai
meneliti terkait struktur atom dengan berbagai penerapan dan percobaan setiap
peneliti. Salah satunya adalah J.J Thomson.
Dengan menggunakan hasil penelitian dan
penemuan tabung katode oleh William Crookers. Kemudian J.J Thomson pun
mulai meneliti terkait sinar katode yang mampu menggerakan baling-baling dalam
percobaan tabung katode. Dari hasil percobaan tabung katode tersebut dapat
dipastikan bahwa sinar katode merupkan salah satu perikel penyusun dalam atom
yang bermuatan negatif.
Dengan hasil percobaan dan penelitian terkait
struktur atom yang dilakukan oleh Thomson. Maka, Thomson pun menyatakan bahwa
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan
negatif elektron”. Dimana, hasilnya disebut model atom roti kismis.
Model Atom Thomson
Sumber: Enjiner.com
Berdasarkan hasil penelitian oleh Thomson.
Model atom thomson digambarkan sebagai roti kismis atau bola pejal layaknya
bola billiar. Dimana, inti bola yang berwarna kuning sebagai muatan positif dan
bola kecil berwarna hijau sebagai muatan negatif yang menyebar merata di
sekitar muatan positif.
Walaupun J.J Thomson mampu menemukan muatan negatif
atau elektron yang tersebar disekitar struktur atom. Serta mematahkan bahwa
atom masih dapat dipecah menjadi bagian terkecil dengan ditemukannya elektron.
Tetapi, J.J Thomson tidak dapat menjelaskan persebaran muatan positif dan
negatif yang berada di inti atom
C. Teori Atom Rutherford
Sumber: mfyeni.wordpress.com
Berlanjut ke teori atom Rutherford.
Memasuki tahun 1903 seorang peneliti dengan percobaan yang dilakukannya
menyatakan bahwa teori atom yang dipaparkan oleh J.J Thomson belum tepat.
Mendengar hal tersebut mendorong Ernest
Rutherford (1911) untuk melakukan percobaan untuk mencari struktur atom
yang benar. Dengan bantuan dari kedua muridnya Hans Geiger dan Ernest Marsden.
Rutherford melakukan eksperimen dengan menembakkan sinar alfa ke sebuah
lepengan emas dengan partikel alfa yang percobaan ini dikenal dengan percobaan
Geiger-Marsden.
Saat melakukan tembakan sinar ke lempengan
tersebut. Rutherford menemukan bahwa sinar alfa yang ditembakkan menghasilkan
sinar yang dibelokkan, dipantulkan, dan diteruskan. Rutherford menjelaskan dari
hasil percobaan yang dilakukan bahwasanya.
- Didalam struktur atom terdapat ruang hampa yang menghasilkan partikel α akan diteruskan.
- Terdapat suatu muatan dalam inti atom dan memiliki massa atau muatan yang sejenis denganpartikel α sejenis yaitu muatan positif; sehingga, sebagian kecil partikel α yang ditembakkan.
- Pada struktur atom terdapat bagian yang kecil dan padat yang rutherfor menyebutnya sebagai inti atom (Nukleus). Sehingga, partikel α yang tiembbakan dan mengenai inti atom akan dipantulkan oleh inti atom tersebut.
Berdasarkan hasil percobaan yang didapatkan
oleh Rutherford dan beserta kedua muridnya. Rutherford pun menyatakan
bahwa : struktur atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif
sebagai pusat massa dan dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif
yang mengitari inti atom.
Model Atom Rutherford
Sumber : Enjiner.com
Dengan demikian, Rutherford menggambarkan
seperti bola yang sebahagian besarnya merupakan ruang hampa. Dimana, pada
tengah atom merupakan inti atom terdiri dari atom positif. Kemudian, muatan
atom yang berada ditengah atom memiliki volume yang sangat kecil yang sebanding
dengan muatan atom tersebut.
Dikarenakan keberhasilannya menjelaskan
perkembangan dari teori atom Dalton dan Thomson. Nama Ernest Rutherford pun
diabadikan sebagai salah satu teori dalam perkembangan ilmu fisika dan kimia
dengan teori atom Rutherford dalam menjelaskan adanya elektron – elektron
negatif.
Namun, Teori atom Rutherford ini hanya mampu
menjelaskan terkait adanya elektron negatif yang beredar mengelilingi inti atom
yang terletak diruang hampa. Tetapi, Rutherford bemum dapat memberi penjelasan
terkait distribusi setia atom elektron dengan jelas. Secara otomatis Teori yang
dipaparkan oleh rutherofd pun memiliki kelemahan.
Teori atom Rutherford memiliki pertentang
dengan Hukum Maxwell seorang ahli fisika. Dimana Maxwell menyatakan bahwa jika
muatan elektron (negatif) bergerak dan mengelilingi suatu partikel yang
berlawanan (bermuatan positif). Maka, pertikel yang ada akan mengalami
percepatan kemudian akan menghasilkan gelombang elektromagnetik.
Akibatnya energi elektron semakin berkurang.
Jika demikian halnya maka lintasan elektron akan berupa spiral. Pada suatu saat
elektron tidak mampu mengimbangi gaya tarik inti dan akhirnya elektron jatuh ke
inti. Sehingga atom tidak stabil padahal kenyataannya atom stabil.
Sehingga, akan menyebabkan elektron akan
berkurang sedikit demi sedikit. Maka, hal yang selanjutnya yang terjadi adalah
lintasan elektron menjadi spiral dikarenakan tidak mampu mengimbangi gaya tarik
dari intri atom dan akhirnya elektron jatuh ke inti atom. Dan akan menghasilkan
atom yang tidak stabil tetapi, pada kenyataannya atom stabil.
D. Teori Atom Niels Bohr
Sumber: kokimia.com
Ditahun 1913, seorang pakar fisikawan asal
Denmark dengan nama Niels Bohr menyatakan bahwasanya teori atom
dari Rutherford dapat untuk disempurnakan
kembali menjadi teori atom yang lebih baik. Dimana, Niels Bohr dengan percobaan
yang dilakukan menggunakan teori kuantum dari Planck.
Dari percobaan yang dilakukannya ketika
melihat penampakan sinar yang berada disekitar cahaya berupa bola pejal ataupun
nyala api bahkan listrik tegangan tinggi. Dari hal tersebut Bohr pun
menyempurnakan penelitian dari teori yang diajukan oleh Rutherford. Para ahli
kadang memberikan istilah teori atom Rutherford-Bohr.
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukannya. Bohr pun mengemukakan teori yang di milikinya yang menyebutkan
bahwa elektron yang bermuatan negatif berputar mengengelilingi inti atom yang
bermuatan atom positif pada jalur lintasanya tersendiri. Dan setiap lintasan
elektron yang memiliki orbitnya tersendiri memiliki kekuatannya elektronnya
tersendiri.
Dengan elektron terluar merupakan elektron
yang paling mudah lepas atau berpindah. Sedangkan, elektron yang paling dekat
dengan inti merupakan elektron yang paling sulit untuk berpindah. Ketika
elektronakan berpindah dari satu orbit ke orbit lain. Maka, diperlukan suatu
energi yang berfungsi untuk memindahkan atau menghandatkan muatan elektron ke
lintasan yang lemah atapun menarik ke lintasan yang terdekat dengan inti atom.
Model
Atom Niels Bohr
Sumber: Enjier.com
Dari penjelasan teori atom Bohr. Niels Bohr
pun menggambarkan model atom Bohr dengan bentuk seperti tata surya yang
terkadang diistilahkan sebagai model atom tata surya. Dimana, Bohr menjelaskan
bahwa model atom Bohr sebagai berikut :
- Elektron yang berada di lintasannya tersendiri mengelilingi inti atom dengan setiap elektron berada pada lintasanya tersendiri. Dalam hal ini Niels Bohr memisalkan dengan istilah lintasan K, L, M, … dan lintasan seterusnya.
- Setiap elektron yang berotasi pada lintasanya dan bersifat stasioner. Maka, energi elektron terhadapt inti atom dalam struktur atom akan bersifat tetap. Artinya, tidak akan ada energi yang diserap ataupun diemisikan satu sama lain.
- Setiap muatan elektron dalam setiap lintasan dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain dengan setiap lintasan akan membutuhkan energi yang berbeda. Dari energi yang dibutuhkan oleh setiap elektron disetiap lintasan kulit tersebut akan membuat elektron mampu berpindah dari satu orbit ke orbit lainnya. Dimana, besarnya energi yang diperlukan untuk berpindah dapat dihitung dengan persamaan Planck.
- Setiap Orbit stasioner muatan elektron yang mengelilingi inti atom momentum sudut. Dimana, besarnya jumlah sudut merupakan kelipatan dari nh/2π. Dimana, setiap n merupakan bilangan kulangan kuantum dan h merupakan tetapan Planck. Setiap kulit atom yang dilambangkan dengan n = 1, n = 2, n = 3. dan seterusnya.
Dengan demikian, banyaknya orbit setiap atom
dalam tabel periodik memiliki nilai tersendiri dan mempengaruhi banyaknya
jumlah elektron pada setiap orbit tersebut. Namun, pada teori atom Bohr ini
masih terdapat kekurangan yang sampai sekarang masih berusaha untuk
disempurkana oleh setiap ilmuan yang ada.
Daftar Pustaka
https://enjiner.com/struktur-atom
https://kokimia.com
https://Laboratoria.com
https://mfyeni.wordpress.com
https://wikimedia.org
https://wikipedia.com







